Matan al ajurumiyyah dan terjemahan

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, ahlan wasahlan para pembaca sekalian, saya yakin ketika teman teman mengklik artikel ini itu artinya anda adalah orang yang sudah pernah belajar bahasa Arab dan ingin memperdalam lagi bukan?? Anda sedang membaca artikel yang benar, dalam postingan ini saya membahas secara detail dan lengkap tentang matan al ajurumiyyah beserta penjelasannya, selamat membaca.





مَتْنُ الآجُوْرُمِيَّةِ فِي النَّحْوِ

Matan Al aajurumiyah dalam ilmu nahwu

قَالَ المُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ :

Pengarang kitab(semoga Allah merahmati beliau) berkata :

أَنْوَاعُ الكَلَامِ

Macam-macam kalam

) الكَلَامُ : هُوَ اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيْدُ بِالوَضْعِ


Kalam : adalah lafadz yang tersusun (kalimat) yang bermakna sempurna dan

sesuai dengan dengan tarkib orang arab.

) وأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اِسْمٌ وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى.   

Dan ada 3 macam (lafadz)  : isim, fi’il dan huruf yang bermakna.

) فَالِاسْمُ يُعْرَفُ بِالخَفْضِ وَ التَنْوِيِنِ وَدُخُوْلِ الأَلِفِ وَاللَامِ  عَلَيْهِ, وَحُرُوْفِ الخَفْضِ وَهِيَ : مِنْ وَ إِلَى وَعَنْ وعَلَى وَفِيْ وَرُبَّ وَالبَاءُ وَالكَافُ وَاللَّامُ ,وَحُرُوْفُ القُسَمِ وَهِيَ الوَاوُ ,وَالبَاءُ, التَّاءُ.

(ciri-ciri) Isim diketahui dengan : khafdh (kasrah), tanwin, dan cocok dimasuki alif lam.

 contoh huruf khafdh  : min, ila, ‘an, ‘ala, fii, rubba, ba, kaf, dan lam.

Contoh Huruf sumpah (qosam) : waw, ba’, dan ta’

) وَالفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَالسِّيْنِ وَسَوْفَ وَتَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ

(ciri-ciri) Fi’il diketahui dengan : cocok di masukkan “qod”, “huruf siin”, saufa”, dan huruf ta’ (perempuan) ta’nits.

) وَالحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيْلُ الِاْسْمِ وَلَا دَلِيْلُ الفِعْلِ.

dan (definisi) huruf adalah semua kata dalam Bahasa arab yang tidak cocok

dengan ciri-ciri isim ataupun fi’il.



 

 

Penjelasan :

Pengarang kitab memulai matan nya dengan bab macam-macam kalam.

Apa definisi kalam ?? “pengarang menyebutkan definisi kalam yaitu : lafadz yang tersusun yang memiliki makna yang sempurna yang dan sesuai dengan tarkibnya orang arab”

Apa maksudnya ??

Kalam adalah “lafadz atau ucapan yang sudah menjadi kalimat yang sempurna (bukan satuan suku kata) yang dapat dipahami, namun harus sesuai dengan tarkib (susunan kalimat orang arab itu sendiri).

Jadi kesimpulannya syarat sebuah lafadz agar dapat dikatakan sebagai kalam dalam ilmu nahwu adalah sebagai berikut :

1.lafadznya berupa kalimat (tersusun dari beberapa kata)

2.kalimatnya haruslah bermakna sempurna dan bisa di pahami.

3.susunan kalimatnya harus sesuai dengan susunan kalimat arab itu sendiri.

Kemudian di bagian kedua pengarang menjelaskan macam-macam lafadz.

Perhatikan nomor 2 di atas

Lafadz ada 3 macam :

1.isim (kata benda)

2.fi’il (kata kerja)

3.huruf yang memiliki makna (bisa dikatakan sebagai imbuhan)


 baca juga : fakta unik bahasa Arab


Setelah menyebutkan macam-macam lafadz, pengarang melanjutkan dengan menjelaskan ciri ciri khusus dari setiap macam lafadz tersebut.

Kenapa perlu menyebutkan ciri-ciri khusus dari setiap lafadz (isim,fiil,huruf)??

Jawabannya agar kita dapat membedakan satu dengan yang lainnya, karena dengan membedakannya, kita akan paham maksud dan fungsi dari setiap macam lafadz.

Perhatikan nomor 3 di atas

Ciri-ciri khusus dari isim,fiil dan huruf

Pengarang rahimahullah berkata :

Ciri-ciri isim : isim itu di ketahui dengan ciri ciri sebagai berikut :

1.al khafdhu  : atau istilah lainnya “al jarru”  biasanya di tandai dengan harakat kasrah., contohnya : أُصَلِّيْ فِيْ المَسْجِدِ  (usholly fil masjidi)

kata al masjidi berbaris kasrah, berarti dapat di pastikan kata” al masjidi” adalah isim.

Berikut ini huruf khafdh (huruf yang membuat isim menjadi kasrah) :

Min, ila, ‘an, ‘ala, fii, rubba, ba’, kaf, lam.

Catatan : huruf huruf khafdh ini sudah memiliki makna, namun maknanya belum sempurna, akan sempurna maknanya jika digabungkan dengan isim atau fi’il.

2.tanwin : bunyi huruf nun yang berada diakhir kata,dan di tulis dengan lambing dhommataan, contohnya  قَلَمٌ  (qolamun) perhatikan harakat akhirnya, atau fathatan قَوْلاً  (qoulan) atau kasrataan contohnya قَلَمٍ   qolamin.

Kalau kalian melihat lafadz apapun itu dengan akhiran tanwin, maka pastikan itu adalah isim.

3.bisa dimasukkan alif lam : ini adalah ciri ke 3 dari isim, contohnya : المَسْجِدُ

Al masjidu, sama dengan ciri ciri sebelumnya, kalau kalian menemukan lafadaz apapun, jika dimulai dengan alif lam maka pastikan itu isim.

Inilah di antara ciri-ciri isim yang paling mudah untuk dikenali, sekali lagi pastikan kalau kalian menemukan 3 ciri ini pada kata atau kalimat apapun dalam Bahasa arab, maka pastikan ia adalah isim, karena ciri ini hanya dimiliki oleh isim saja.

Perhatikan nomor 4 di atas.

Kemudian selanjutnya pengarang rahimahullah menyebutkan huruf yang membuat isim menjadi kasrah juga selain huruf khafdh yang telah kita sebutkan diatas, yaitu huruf qosam atau huruf sumpah, yang digunakan Ketika bersumpah, huruf qosam ada 3

Waw ; contohnya : “wallahi”

Ba’ : contohnya : “billahi”

Ta’ : contohnya : “tallahi”

Ketiga contoh diatas semuanya bermakna sumpah (demi Allah).

 

Kemudian selanjutnya pengarang matan rahimahullah menyebutkan ciri-ciri fi’il, perhatikan nomor 4 di atas, “fi’il di kenali dengan qod, sin, saufa, dan ta’ ta’nits”

Agar lebih jelas kita berikan contoh satu persatu ;

Qod :  قد جَاءَ الأُسْتَاذُ  (telah datang ustadz) kata jaa’a adalah fi’il karena datang setelah qod.

Huruf sin : الأُسْتَاذُ سَيَأْتِيْ   (ustadz akan datang) kata ya’ti adalah fi’il karena bisa digabungkan dengan huruf sin yang menjadi ciri fi’il.

Saufa : الأُسْتَاذُ سَوْفَ يَأْتِيْ   (ustadz akan datang)  kata ya’ti adalah fi’il karena datang setelah saufa.

Huruf ta’ ta;nits : جَائَتْ الأُسْتَاذَةُ  (ustadzah telah datang) kata jaa’at adalah fi’il karena bisa digabungkan dengan ta’ ta’nits.

Kemudian pengarang rahimahullah melanjutkan.

Perhatikan nomor 5 di atas.

Pada poin nomor 5 ini pengarang menjelaskan ciri-ciri huruf dengan sangat ringkas dan jelas, beliau katakana “ciri-ciri huruf adalah semua lafadz yang tidak cocok dengan ciri-ciri isim ataupun fi’il.

Artinya, kalau kalian menemukan lafadz atau kata dalam Bahasa arab yang tidak cocok dengan semua ciri yang telah di sebutkan diatas, maka pastikan itu adalah huruf.

itulah penjelasan singkat Matan al ajurumiyyah, jika ada kritik dan pertanyaan langsung saja dituliskan dikolom komentar.

Catatan penting :

 ilmu nahwu itu butuh pengulangan secara berkala, kalau dikali pertama belum terlalu paham itu sangat wajar, maka ulangi terus menerus hingga paham, bahkan saya pernah mendengarkan salah satu ceramah syaikh yang mengajarkan matan ini, beliau berkata ‘’kalau bisa kalian ulangi membaca matan ini setiap hari hingga seminggu agar bisa paham secara keseluruhan, karena kalau tidak paham pelajaran yang sekarang, maka tidak akan bisa paham pelajaran selanjutnya.


 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar untuk "Matan al ajurumiyyah dan terjemahan "

Berlangganan via Email